Anggaran Produk

Pengertian Anggaran Produk


Anggaran ProdukANGGARAN PRODUK (PRODUCT BUDGET) : anggaran untuk membuat produk jadi dan produk dalam proses dari suatu perusahaan dalam periode tertentu. Produk jadi (finished goods) adalah produk yang siap untuk dijual. Produk dalam proses (work in proces) adalah produk yang masih dalam penyelesaian.Anggaran produk disusun berdasarkan anggaran penjualan dan anggaran persediaan produk.
PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKPenyusunan anggaran produk dapat dilakukan dengan cara mengutamakan stabilitas produk, mengutamakan stabilitas persediaan, gabungan antara stabilitas produk dan persediaan serta disesuaikan dengan keperluan manajemen

Mengutamakan stabilitas produkPerusahaan yang mengutamakan stabilitas produk dalam penyusunan anggaran produk maka tingkat persediaan dibiarkan berfluktuasi (berubah) dengan syarat persediaan awal dan akhir sesuai dengan rencana semula, disisi lain pola produk juga harus konstan (stabil). Namun jika dalam suatu periode jumlah keseluruhan produk dibagi sama dalam masing-masing periode yang lebih pendek tidak menghasilkan bilangan bulat maka hanya beberapa periode produk yang konstan (stabil).Dalam penyusunan anggaran produk dililustrasikan dua jenis perusahaan yang memproduksi satu macam produk dan bermacam produk.




pengertian anggaran produksiAnggaran produksi adalah suat perencanaan secara terperinci mengenai jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang di dalamnya mencakup rencana mengenai jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan dilakukan. Anggaran produksi berarti anggaran kegiatan, karena produksi adalah proses kegiatan membuat produk. Produksi tidak perlu dianggarkan, tetapi dijadwalkan.


Kegunaan Anggaran Produksi
            Anggaran produksi berguna untuk pedoman kerja, koordinasi kerja, dan pengendalian kerja divisi produksi. Semua level manajer di divisi produksi harus bekerja berdasar anggaran produksi. Di samping itu anggaran produksi berguna untuk:

1)      menunjang kegiatan penjualan,
2)      menjaga tingkat persediaan barang jadi yang sewaktu-waktu di minta oleh konsumen,
3)      mengendalikan kegiatan produksi agar dapat meneipta harga pokok produksi yang serendah – rendahnya.

secara umum anggaran produksi berguna sebagai pedoman kerja , pengkoordinasian kerja dan pengawasan kerja. Sedangkan secara khusus anggaran produksi dapat berguna sebagai.
1)      Menunjang kegiatan penjualan, sehingga produk dapat disediakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
2)      Menjaga tingkat persediaan yang memadai dengan cara mengusahakan persediaan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
3)      Mengatur produksi agar biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin.

            Adapun tujuan dari anggaran produksi adalah sebagai berikut :
a)      Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, misalnya berapa hasil yang diproduksi supaya dapat dicapai tingkat keuntungan dengan persentase tertentu dari keuntungan setahun terhadap penjualan yang diinginkan.
b)      Untuk menguasai pasar tertentu, sehingga hasil perusahaan ini tetap mempunyai market share tertentu.
c)      Untuk mengusahakan supaya perusahaan pabrik ini bekerja pada tingkat efisien tertentu.
d)     Untuk mengusahakan dan mempertahankan supaya pekerjaan dan kesempatan kerja yang sudah ada dapat sernakin berkembang.

   Faktor-faktor yang mempengaruhi Anggaran Produksi
Aggaran produksi seperti dihitung berdasarkan anggaran penjualan menentukan anggaran penggunaan bahan, anggaran pembelian bahan, anggaran biaya upah buruh atau anggaran biaya tenaga kerja langsung, dan anggaran biaya ovehead pabrik. Perencanaan dan penjadwalan produksi adalah tugas pabrik yang menyangkut penentuan jumlah barang yang diproduksi dan penentuan waktu produksi. Oleh sebab itu faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran produksi antara lain adalah :
a.       Rencana penjualan yang tertuang dalam anggaran penjualan,
b.      Kapasitas pabrik dan peralatan pabrik yang tersedia termasuk teknologi yang digunakan,
c.       Tenaga buruh termasuk rekruitmen, pelatihan, penempatan, penggpahan, dan pemutusan hubungan kerja,
d.      Bahan baku termasuk teknik transportasi dan pergudangan, dan
e.       Modal kerja untuk menjalankan proses produksi

  Faktor-faktor Internal dan Eksternal dalam Penyusunan Budget Produksi
a)         Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berada dalam perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap kelangsungan perusahaan :
a.       Penjualan tahun lalu bisajadi patokan
b.      Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan harga jual
c.       Syarat pembayaran barang yang dijual
d.      Pemilihan saluran distribusi
e.       Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan (Quantitatif atau Qualitatif)
f.       Modal kerja yang dimiliki perusahaan (Current asset -Current liabilities)
g.      Fasilitas yang dimiliki perusahaan
h.      Kebijaksanaan perusahaan yang dimiliki perusahaan dibidang-bidang lain
b)        Faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal/ faktor luar perusahaan, tapi memiliki pengaruh terhadap perusahaan:
a.       Persaingan
b.      Tingkat pertumbuhan penduduk
c.       Tingkat penghasilan masyarakat
d.      Tingkat pendidikan masyarakat
e.       Tingkat penyebaran masyarakat
f.       Agama, adat istiadat dan kebijaksanaan masyarakat
g.      Kebijaksanaan pemerintah
h.      Keadaaan perekonomian internasional maupun nasional dan kemajuan tehnologi

    Penyusunan Anggaran Produksi
Dalam penyusunan anggaran produksi yang mengutamakan stabilitas produksi ditentukan terlebih dahulu kebutuhan selama 1 tahun, kemudian diperkirakan kebutuhan setiap bulannya. Akhirnya tingkat persediaan disesuaikan dengan kebutuhan, agar produksi tetap stabil.
Penyusunan anggaran produksi tergantung pada anggaran penjualan. Dalam kondisi pasar persaingan sempurna, anggaran penjualan merupakan acuan utama untuk menyusun anggaran produksi, anggaran biaya pemasaran, anggaran biaya administrasi dan anggaran laba operasi. Manajer produksi sebelum melaksanakan kegiatan menyusun anggaran produksi dalam unit dan anggaran persediaan barang jadi dalam unit.
 Langkah-Langkah Pelaksanaan Anggaran Produksi
Di samping itu dapat pula disusun langkah-langkah utama yang dilakukan dalam rangka menyusun anggaran produksi pelaksanaanya:
a)         Tahap perencanaan
a.       Menentukan periode waktu yang akan dipake sebagai dasar dalam penyusunan bagian produksi.
b.      Menentukan jumlah satuan fisik dari barang yang harus dihasilkan.
b)        Tahap pelaksanaan
a.       Menentukan kapan barang diproduksi.
b.      Menentukan dimana barang akan diproduksi
c.       Menentukan urut-urutan proses produksi
d.      Menetukan standar penggunaan fasilitas-fasilitas produksi untuk mencapai efisiensi
e.       Menyusun progam tentang penggunaan bahan mentah ,buruh, service dan peralatan.
f.       Menyusun standar produksi
g.      Membuat perbaikan-perbaikan bilamana diperlukan.

Dalam menentukan atau memperkirakan jangka waktu produksi dan jumlah barang yang akan dihasilkan,beberapa faktor harus dipertimbangkan.
Faktor –faktor tersebut berupa :
a)         Fasilitas Pabrik
Progam-progam produksi harus selalu dikaitkan dengan fasilitas tersedia dalam pabrik serta selalu selalu mempertimbangkan efisiensi penggunaan fasilitas tersebut.
b)        Fasilitas Pergudangan
Beberapa jenis barang membutuhkan system penyimpanan secara khusus karna sifat-sifatnya yang khusus pula.  Produksi yang terlalu jauh melebihi kemampuan gudang untuk menyimpannya akan mengakibatkan resiko-resiko,yang tentu saja menimbulkan biaya bagi perusahaan.
c)         Stabilitas Tenaga Kerja
Beberapa jenis barang mempunyai sifat permintaan yang musiman. Dengan berdasarkan pada anggaran penjualan,pada bulan-bulan tertentu dimana volume penjualan diperkirakan tinggi mungkin perusahaan harus memaksakan diri dalam berproduksi. Dalam hal ini perusahaan dapat menambah buruhnya atau menambah jam kerja buruh setiap harinya. Apabila buruh yang diperlukan sebagai tambahan mudah didapat maka tidak ada masalah yang dapat mempengaruhi kelancaran prose produksi. Tetapi bila buruh tidak mudah di dapat, berarti stabilitas kerja  diperusahaan itu terganggu. Ini dapat dihindarkan dengan membuat perencanaan produksi secara hati-hati dan membuat kebijaksanaan dalam hal persediaan dengan lebih teratur.
d)        Stabilitas bahan mentah
Apabila bahan mentah yang dipakai tidak selalu tersedia dipasar hal itu dapat membahayakan kelancaran proses produksi. Karna itu kebijaksanaan dalam pembelian barang mentah sangat perlu diperhatikan.
e)        Model yang digunakan

Besar kecilnya modal kerja yang tersedia akan mempunyai pengaruh terhadap besar kecilnya volume produksi dan kebijaksanaan persediaan. Dengan kata lain kebijaksanaan produksi harus diseimbangkan dengan kemampuan financial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANGGARAN PENJUALAN

Anggaran Bahan Baku